Mintil Benang : kebiasaan masyarakat Sade




Desa Sade adalah salah satu perkampungan kecil yang berada di wilayah kabupaten Lombok Tengah bagian selatan, yang di jadikan sebagai destinasi wisata bagi masyarakat lokal mau pun non lokal. dimana  perkampungan ini mempunyai berbagai macam  tradisi nan unik, baik bangunan,gaya berpakaian, adat istidat merarik dan menenun yang dijaga dan dipegang teguh oleh para penduduk setempat, salah satu tradisi yang unik di Desa Sade adalah ”Mintil Benang”, yang berarti membuat benang dari gulungan kapas secara manual yang mengandalkan  alat   “Minsah” yaitu alat tradisional yang sering disebut  Arah, dan bahan kedua adalah gulungan kapas yang berbentuk bulat memanjang sekitar 15 cm serta tat kala pentingnya adalah orang yang mampu mengendalikan dan membuatnya biasanya yang melakukan mintil benang ini adalah ibu-ibu yang umurnya sudah cukup dewasa. Hasil dari kapas yang di olah menjadi benang ini akan di olah kembali menjadi benang yang berwarna warni, kemuadian setelah benangnya sudah kering, maka akan siap di pakai sebagai bahan untuk membuat kain tenun.



Dari hasil gambar  diatas bisa kita lihat terdapat sebuah alat dan seorang ibu  yang umurnya sudah tidak muda lagi. Ibu itu sebut saja Baiq, sedang  duduk dan mengayunkan tangannya dengan lihai dan sabar untuk membuat benang dari kapas yang cukup lunak nan rapuh, tentunya tidak mudah membuat benang karena, dibutuhkan proses  yang cukup rumit walaupun terlihat mudah Kalau diperhatikan filosofi dari alatnya saja bisa di ambil kesimpulan bulat, berputar seperti roda, begitupun dengan proses kehidupan manusia berputar kadang berada diatas dan kadang dibawah, tentunya jika ingin berhasil kuncinya adalalah ikhitiar terus berusaha, dan bersabar tidak perlu banyak komentar jika tidak bisa, tetapi lakukan,lakukan lagi, dan lakukan lagi sampai menghasilkan sesuatu.

Komentar

  1. Wah, alat ini buatan orang jaman dulu tradisional tapi mereka sangat pintar sekali. luar biasa.

    BalasHapus
  2. Kelihatan gampang tapi pas dicoba susah banget πŸ˜‚

    BalasHapus
  3. Kelihatan gampang tapi pas dicoba susah banget πŸ˜‚

    BalasHapus
  4. Jadi lebih tahu cara buatnya, namun terbilang sangat susah

    BalasHapus
  5. Pengen nyoba makenyaπŸ˜‚ kira2 bisa gak yaa?

    BalasHapus
  6. Sy suka dengan artikel yang ada di blog ini... Suka sekali

    BalasHapus
  7. alat yang akan menjadi modern pada saatnya. . .terima kasih infonya<3

    BalasHapus
  8. Sebuah tradisi yg unik...terima kasih infonya

    BalasHapus
  9. Untuk mintil benang ternyata rumit jika tidak teliti dan sabar. Jadi mintil benang mengajarkan seseorang untum menjadi manusia sabar dan teliti . Good postingannya.

    BalasHapus
  10. apa nama alat yang dipakai buat mintil benang itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nama alanya itu minsah, atau sering disebut dengan arah

      Hapus
  11. Seandainya itu tidak dilestarikan bagaimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalu tidak di lestrikan pastinya akan pudar, dan akan menjadi cerita saja (kenangan) untuk gnerasi selanjutnya.

      Hapus
  12. infox sangat bermanfaat dan menambah wawasan para pembacanya :)

    BalasHapus
  13. Terimakasih telah membagi ilmu kepada kami semua 😊

    BalasHapus
  14. Apakah mintil benang dilakukan oleh masyarakat sade saja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak hnaya di ligkungan masyarakat sade saja, tetapi diluar sana jug msih ada yg melestrikan budya seperti ini. biasya di tempat perkmpungan yang mayoritas pendudknya menenun.

      Hapus
  15. Apakah ada ketentuan tertentu untuk menjadi pemintil benang? Sejauh ini mintil benang hanya dilakukan di desa sade, dan itu pun bahkan hampir tiada. Apakah dapat terjaga eksistensinya kira2 di zaman modernisasi sekarang ini?

    BalasHapus
  16. umunya yang menjadi pemintil benang adalah ibu bu yang sudah cukup dewasa, tentunya para petuah di desa sade telah menyipkan generasi selanjutnya untuk melestrikan tradisi ini. karena di Sade dari kecil mereka sudah diajarkan untuk mencintai tradis yang ada di perkampungan setempat

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Piagam Gumi Sasak : mengangkat marwah dan kehormatan Suku Sasak

BARODAK : lulur pengantin Samawa