BARODAK : lulur pengantin Samawa
Barodak
adalah adat – istiadat daerah Sumbawa berupa luluran dengan menggunakan “seme”
(masker) ritual ini dilakukan pada kedua mempelai sebelum dilaksanakan akad
nikah ataupun sebelum resepsipernikahan. Biasanya upacara barodak ini, dilaksanakan bersamaan
dengan upacara nyorong. Dimana Calon pengantin dilulur dengan ramuan
odak yang sudah dikemas oleh sandro atau yang dianggap sebagai petuah
dalam prosesi wajib ini biasanya ibu-ibu. Odak dibuat dari ramuan kulit-kulit
beberapa jenis pohon yang dihaluskan. Fungsi utama odak itu sendiri agar kulit
menjadi kuning dan halus, Sebelum
barodak dilakukan calon
pengantin, dipingit
terlebih dahulu dalam rumah
beberapa hari sebelumnya untuk menjalani perawatan tubuh. Selain Lulur tubuh, pengantin juga akan
mengenakan "Pancar" atau daun inai yang sudah ditumbuk untuk
dioleskan di telapak tangan calon pengantin. Pengantin akan mengenakan pakaian
adat khas Sumbawa yaitu "Lamung Pene'" dan "Kere Alang"
yang dilengkapi dengan "Pengkenang" atau aksesoris pelengkap baju
adat Sumbawa. Odak yang sudah dilulurkan ke tubuh pengantin harus tetap dipakai
hingga keesokan harinya hingga dimandikan secara bersama -sama sebelum akad
nikah dimulai.
Barodak
dikenal ada bermacam-macam, diantaranya yaitu "Barodak Salaki";
dilaksanakan oleh calon pengantin Laki-laki dirumahnya sendiri sebelum diantar
oleh keluarganya untuk berodak-bersama calon pengantin wanita. Prosesinya
hampir sama dengan "Barodak Pengantan" bedanya Calon Pengantin
laki-laki hanya dilulur sendiri oleh keluarganya.
Barodak
dilaksanakan pada malam hari, sehari sebelum akad nikah dilaksanakan. Saat
acara berlangsung biasanya para gadis akan ikut melulurkan "odak" ke
tubuhnya sendiri. Hal ini dilakukan karena sebagian masyarakat beranggapan
bahwa gadis yang dilulur dengan "odak" akan segera menemukan
jodohnya.
Masyarakat
Sumbawa mempunyai kepercayaan bahwa barodak merupakan ritual suci yang harus
dilaksanakan karena apabila ritual barodak tidak dilaksanakan akan terjadi
sesuatu yang tidak diinginkan bagi pengantin, seperti penyakit gatal-gatal,
kesurupan, menangis darah, dan berbagai penyakit aneh.
Menurut
sudut pandang saya, dari pernyataan diatas hanyalah mitos, dengan tujuan agar
masyarakat Sumbawa tetap melestarikan budaya warisan leluhur, tujuan diadaknnya
odak menggunakan “seme” (lulur) untuk mempersiapkan pengantin dihari
pernikahan supaya kulitnya terlihat
lebih bersih .

Wah keren. kira2 maknanya ap yh?
BalasHapusMaknanya agar tradisi leluhur ini tetap di lesatrikan, karena baik untuk calon pengantin supaya kulitnya lebih bersih menjelang hari pernikahnnya.
HapusBermanfaat seklih
BalasHapussaya sering jadi pengntr kado gtu π
BalasHapusBarodak sdh nggak asing di telinga saya bahkan saya ikuy serta
Pokoknya adat samawa ini unik
Terimakasih atas postingannya. Saya sebagai masyarakat sumbawa jadi semakin bangga π
BalasHapusLuarbiasa informasi yg sangat bermanfaat
BalasHapusWah, baru tau ternyata ada adat sumbawa yang unik seperti iniπ
BalasHapussangat bermanfaat. . sepert yang kita ketahui tulisan sperti ini sanfat jarang ditemui. . .
BalasHapustolong trus di kembangkan. . jngan sampai generasi penerus sumbawa tidak mengetahui adat dan budaya mereka sendiri <3
Baru tau kalau ada tradisi sperti itu d smbawa...mmmm trima kasih infonya
BalasHapusSama-sama π
HapusMirip tradisi di film india yaa.. baru tauππ
BalasHapusApakah yang melakukan berodak bukan ibu dari kedua pengantin?? Atau memang ada ibu2 yang khusus melakukan berodak tersebut??
BalasHapusTerimakasih informasi tentang Barodakπ
BalasHapusTerimakasi. Sangat bermanfaat karena menambah wawasan
BalasHapusSemoga kebudayaan tidak dilupakan oleh remaja-remaja saat ini π
BalasHapusmantap djiwa (y)
BalasHapussangat-sangat bermanfaat: )
apakah ada bahan tertent yang digunakan untuk membuat krim tersebut?
BalasHapusada biasanya dari rempa rempah kulit kayu ndaun- daun, putih atau kuning telur dll
HapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusterimakasih informasinya
BalasHapus